Memahami Alur Energi Bencana Alam Dunia

Image

Banyak orang mengira, bencana alam terjadi karena alam dieksplorasi dengan cara yang tidak benar oleh manusia. Greenpeace dan kelompok pencinta alam di seluruh dunia menyalahkan orang-orang yang mengambil keuntungan dari alam dengan cara semena-mena. Para pengusaha sumber daya alam pun berdalih, bahwa apa yang mereka lakukan sudah sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Pertikaian dan perseteruan terus merebak semakin tajam karena kepentingan yang tidak bisa didamaikan.

Manusia adalah sumber energi bencana alam. Hal ini tentu saja adalah bahan baru bagi mereka yang tidak mendalami pengetahuan spiritual. Faktanya, manusia adalah pusat energi yang menciptakan kejadian global secara kolektif atas nasib dunia ini. Bagaimana bisa? Bayangkan, bila seseorang berpikir tentang ketidaksukaannya pada orang lain, maka orang lain itu akan merasa tidak nyaman dengan orang yang tidak suka pada dirinya. Ketidaknyamanan itu adalah energi negatif yang dimunculkan dari dalam diri manusia kepada manusia lain.

Itu baru satu contoh. Sekarang bayangkan, jutaan manusia hidup dalam perseteruan dan pertikaian antar sesamanya, baik karena kepentingan dirinya, kelompoknya, golongannya, agamanya, sukunya, pekerjaannya maupun tujuan kemanusiaan lainya. Dalam mengupayakan semua itu, ada energi negatif yang diciptakan dari dalam diri manusia kepada setiap hal yang tidak sesuai dengan ego dan  pemikirannya. Tingkat energi negatif itu, bila diakumulasi menjadi satu, maka bisa dibayangkan, betapa hebatnya menciptakan ketidaknyamanan dunia ini.

Alam yang kita tinggali, memiliki cara alamiah untuk menyeimbangkan dirinya sendiri. Bila energi ketidaknyamanan itu sangat kuat dan besar mempengaruhi energi kehidupan di dunia ini, maka untuk menetralisirnya, dia akan mengeluarkan emosinya agar menjadi stabil dan normal kembali. Hal ini seperti manusia yang sangat banyak memendam emosi negatif di dalam dirinya. Bila tidak dikeluarkan dari dalam dirinya, maka emosi negatif itu akan menjadi racun tubuh, membuat daya tahan tubuh manusianya melemah dan akhirnya jatuh sakit. Penyakit manusia jaman sekarang, bila ditelaah, lebih banyak berasal dari emosi negatif yang dipendam di dalam dirinya, tidak bisa dikeluarkan dan akhirnya energi negatif itu merusak jaringa-jaringan syaraf tubuhnya sendiri.

Orang-orang yang bertujuan menciptakan perdamaian dunia seharusnya memahami pengetahuan tentang alur energi bencana alam bagi dunia. Sebab perjuangan perdamaian yang disertai emosi kemarahan dan rasa kecewa, adalah sama dengan mereka yang menyumbang energi negatif pada kehidupan dunia dan alam seisinya. Untuk mencapai perdamaian, setiap orang harus menyadari bahwa ada tanggung jawab individual kepada dunia, alam  dan Tuhan, untuk menciptakan perdamaian di dalam energi yang tercipta dari dalam sanubarinya sendiri. Bila semua orang sudah memahami dan mengerti tanggung jawab individual ini, maka setiap orang akan mengupayakan pengertian damai di dalam pikiran dan kesadarannya, dimana hasil yang dicapai dari individual seperti itu adalah energi kedamaian dan ketenangan.

Energi kedamaian dan ketenangan itulah yang harusnya menjadi pendorong bagi kita untuk bergerak menciptakan perdamaian dunia tanpa emosi negatif lagi. Upaya dan perjuangan kita tidak lagi terpengaruh atau disulut oleh kemarahan atau kekecewaan atau ketidaksukaan antar sesama. Melainkan karena kejernihan sudut pandang pikiran dan batin yang tenang, kita melawan semua yang merusak tatanan kehidupan dunia serta alam yang menjadi penyeimbangnya. Alam adalah cermin energi kolektif manusia secara global di atas bumi ini. Bencana alam yang terjadi semakin sering akhir-akhir ini tentu saja mudah ditelusuri, karena batin dan pikiran manusia bumi saat ini penuh dengan emosi negatif untuk saling menjatuhkan, menyerang bahkan sampai membunuh sesamanya sendiri.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s