PENANGANAN BENCANA ALAM SELAMA TAHUN 2007

Dikirim oleh slamet – pada Monday, 18 February 2008

Image

I. Kondisi umum Indonesia negara rawan bencana, :
Berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia (lempeng Eurasia, India Australia, Samudera Pacific).
Berada pada pertemuan tiga sistem pegunungan (Alpine Sunda, Cir***** Pacific dan Cir***** Australia).- lebih 500 gunung api (128 aktif) Negara kepulauan, 2/3 air, 500 sungai besar dan kecil (30 % melintas padat penduduk) Tata ruang belum tertib, penyimpangan pemanfaatan kekayaan alam. Jumlah penduduk yang besar dan tidak merata, keaneka ragaman suku, agama, adat, budaya, golongan. Sebanyak 383 kab / kota merupakan daerah rawan bencana alam dari 440 kabupaten/kota.

I. Data kejadian bencana alam •
Tahun 2005
Frekuensi bencana : 281 kali
Korban meninggal : 1.462 orang
Menderita : 125.537 kk/953.097 jiwa
Kerusakan rumah penduduk : 100.732 unit •
Tahun 2006
Frekuensi bencana : 343 kali
Korban meninggal : 10.292 orang
Menderita : 2.840.159 kk
Kerusakan rumah penduduk : 337.499 unit •
Tahun 2007
Frekuensi bencana : 342 kali
Korban meninggal : 888 orang
Menderita : 2.122.476 kk
Kerusakan rumah penduduk : 107.503 unit

Koordinasi Lintas Sektor Dalam Penanggulangan Bencana
1. Tahap KesiapsiagaanSeluruh kegiatan yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan mitigasi dalam rangka pengurangan resiko bencana di masing2 sektor.
2. Tahap tanggap daruratKegiatan yang berkjaitan dengan sar, evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan fisik dan psikis, kebutuhan kesehatan, kebutuahan keamanan
3. Tahap rehabilitasi dan rekonstruksi
Kegiatan yang berkaitan dengan rehabilitasi fisik, psikis dan sosial (korban rumah dan pemerintahan serta fasilitas umum)

II. Realisasi program 2007 Pusat
Bantuan bahan bangunan rumah (BBR) sebanyak 11.024 KK
1. Sulawesi Utara (Sangihe Talaud, Bitung, Minahasa Utara) sebanyak 773 KK.
2. Sumatera Utara (Langkat, Madina, dan Humbang Hasundutan) sebanyak 2.038 KK.
3. Sumatera Barat (Solok) sebanyak 65 KK dan menyebar di seluruh kab/kota sebanyak 6.000 KK.
4. Jawa Barat (Kuningan) sebanyak 200 KK.
5. Jawa Tengah (Pemalang) sebanyak 239 KK.
6. Kalimantan Tengah (Kapuas) sebanyak 266 KK.
7. Gorontalo (Boalemo) sebanyak 150 KK.
8. NTT (Toli-toli Utara) sebanyak 112 KK dan (Toli-toli Selatan) sebanyak 34 KK.
9. NTB (Bima) sebanyak 40 KK.
10. Maluku (Buru) sebanyak 96 KK.
11. Maluku Utara (Halmahera Utara) sebanyak 57 KK.
12. Sulawesi Selatan (Sopeng) sebanyak 60 KK, (Palopo) sebanyak 32 KK, (Gowa) sebanyak 35 KK, dan (Maros) sebanyak 30 KK.
13. Sulawesi Tenggara (Kolaka) sebanyak 54 KK.
14. Sulawesi Tengah (Tojo Una-una) sebanyak 300 KK.
15. Papua (Jayapura) sebanyak 143 KK, (Waropen) sebanyak 292 KK.

Bantuan darurat bagi korban bencana alam
1. Lauk pauk sebanyak 47,500 Pkt
2. Sandang sebanyak 50,000 Pkt
3. Peralatan dapur keluarga sebanyak 50,000 Pkt
4. Beras sebanyak 7,562,786 Kg
5. Santunan meninggal dunia sebanyak 399 Jiwa di 8 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Sumatera Barat, NAD, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Bengkulu.
6. Makanan tambahan sebanyak 100,000 Pkt
7. Family kit sebanyak 20,000 Pkt
8. Kidsware sebanyak 10,000 Pkt
9. Foodware sebanyak 10,000 Pkt
10. Pengepakan dan pengiriman

Pengerahan TAGANA dan Gladi Lapang Penanggulangan Bencana :
1. Pengerahanan Tagana penanganan banjir wilayah Jabodetabek sebanyak 250 orang yang berasal dari tagana Pusat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, unsur FK-PSM dan unsur ormas. Prov. DKI Jakarta, Jawa Barat (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi)
2. Pengarahan Tagana penanganan gempa bumi Sumatera Barat sebanyak 100 orang Sumatera Barat.
3. Gladi lapang penanggulangan bencana apel tagana se jawa di Semarang sebanyak 1.000 orang Jawa Tengah
4. Gladi lapang penanggulangan bencana apel tagana NAD dan Sumatera Utara di Banda Aceh sebanyak 800 orang.
5. Gladi lapang penanggulangan bencana apel tagana se Sumatera di Palembang sebanyak 1.000 orang.
6. Gladi lapang penanggulangan bencana apel tagana untuk wilayah Sulawesi, Kalimantan, Papua, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat di Makassar sebanyak 1.000 orang.
7. Gladi lapang penanggulangan bencana apel tagana utk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur di Denpasar sebanyak 1.000 orang.
8. Pengerahan tagana penanganan banjir dan tanah longor di kabupaten Manggarai – NTT sebanyak 100 orang.
9. Pengerahan tagana penanganan banjir dan tanah longor di kabupaten Morowali – Sulteng sebanyak 50 orang.
10. Pengerahan tagana penanganan gempa bumi Bengkulu dan Sumatera Barat sebanyak 100 orang.
11. Pengerahan tagana penanganan gunung Kelud – Jawa Timur sebanyak 100 orang.

Bantuan evakuasi kit :
1. Tenda pleton sebanyak 1,000 Unit.
2. Tenda regu sebanyak 750 Unit.
3. Tenda medis lapangan sebanyak 2 Unit.
4. Tenda gulung sebanyak 12,000 Lbr.
5. Velbet sebanyak 10,000 Buah.
6. Genset sebanyak 200 unit.
7. Perahu karet lengkap dengan mesin sebanyak 26 Unit
8. Perahu evakuasi (dolphin) lengkap dengan trailer sebanyak 34 Unit
9. Water closed tenda posko sebanyak 66 Unit
10. Jaket pelampung sebanyak 1,800 Unit
11. Alat dapur umum lapangan sebanyak 100 Unit
12. Alat komunikasi lengkap (SSB) sebanyak 100 Unit

Bantuan mobilitas penanggulangan bencana.
1. Mobil dapur umum lapangan/Dumlap sebanyak 15 unit untuk kab/ kota rawan bencana alam
2. Mobil rescue tactical unit/ RTU sebanyak 37 unit untuk kab/kota rawan bencana alamPenyerahan kendaraan siaga bencana telah dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2007 kepada kabupaten / kota rawan bencana sesuai dengan tingkat kebutuhan.

Pelatihan tagana 2 angkatan di Pusat dan 18 angkatan di provinsi masing-masing angkatan sebanyak 70 orang, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, N A D, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, N T B, N T T, Bengkulu, Bangka Belitung dan Gorontalo.

Jumlah anggota Tagana tahun 2007 sebanyak 19.541 orang yang tersebar di 33 propinsi.Hasil pelaksanaan kegiatan prioritas tahun 2007Dekonsentrasi Kegiatan dekonsentrasi tahun 2007 :

A. Pemantapan sumber daya manusia
1. Pemantapan tagana sebanyak 85 angkatan yang tersebar di 33 provinsi.
2. Pemantapan instruktur PBA sebanyak 1 angkatan di Provinsi Jambi.
3. Pemantapan tim reaksi cepat sebanyak 4 angkatan di Jabar, Sumut dan Jambi (2 angkatan)
4. Pemantapan petugas posko sebanyak 2 angkatan di provinsi Jambi.
5. Pembinaan angin barat gugus pulau sebanyak 1 angkatan DKI Jakarta.
6. Pemantapan petugas Dapur Umum Lapangan sebanyak 12 angkatan di provinsi Sumut, Sumbar, Sumsel, Lampung, Kaltim, Sulsel, Sultra, Bali, NTB, NTT, Bengkulu, Babel.
7. Sosialisasi penanggulangan bencana sebanyak 2 angkatan di DKI Jakarta dan NTB.
8. Koordinasi 3 tungku sebanyak 35 angkatan di 29 provinsi kecuali Bali, Kepri, Irjabar dan Sulbar.

B. Bantuan darurat penanganan bencana alam
1. Lauk-pauk sebanyak 33 paket yang tersebat di 33 provinsi
2. Sandang sebanyak 3 paket di provinsi DI Yogya, Kepri, Sulbar.
3. Bak PAH (Penampungan Air Hujan) di provinsi DI Yogya.
4. Pengepakan dan angkutan barang bantuan penanggulangan bencana di provinsi Kalimantan Selatan.
5. Pembuatan Tower di provinsi Bali.
6. Pemulangan korban bencana alam di provinsi Kalimantan Selatan.

C. Bantuan rehabilitasi korban bencana alam
1. Bahan bangunan rumah (BBR) sebanyak 2.794 KK di 30 provinsi, kecuali DKI, Kepri dan Sulbar
2. Pemberdayaan sebanyak 2.702 KK di 29 provinsi keculai DKI, Gorontalo, Kepri dan Sulbar
3. Santunan di provinsi Kalsel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s