Rangkuman bencana alam Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah

Image

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah membutuhkan dana Rp 194,6 miliar untuk penanganan bencana Gunung Merapi, banjir bandang di Kabupaten Pati, dan mengevakuasi ratusan warga di Kabupaten Temanggung yang terancam longsor. Dana itu mendesak diperlukan mengingat tingkat curah hujan di daerah-daerah rawan banjir dan longsor itu sudah tinggi.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana mengemukakan, penangananan Gunung Merapi membutuhkan dana Rp 83 miliar. Dana itu untuk membangun sarana dan prasarana serta korban banjir lahar dingin di Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten.

Sedangkan penanganan bencana banjir bandang yang melanda 10 desa di Kecamatan Sukolilo, Pati, membutuhkan dana Rp 7,6 miliar, untuk membangun jembatan darurat penghubung desa dan perbaikan sejumlah infrastruktur yang rusak.

“Di Kabupaten Temanggung, tepatnya di Desa Blawong Wetan, Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Temanggung, kami mengajukan dana Rp 4 miliar untuk merelokasi 115 keluarga yang terancam longsor. Saat ini kondisi tanah di dukuh itu labil dan terus bergerak,” kata Sarwa, Senin (12/12/2011) di Kudus.

Ia berharap pemerintah daerah penerima dana menggunakan dana itu tepat sasaran atau sesuai peruntukkannya. Jangan sampai dana untuk masyarakat itu justru diselewengkan atau digelapkan.

Pemkab Kudus pada tahun ini cuma mengalokasikan dana Rp 81 juta untuk piket dan penangananan tanggap darurat bencana. Dana itu berada di pos Seksi Perlindungan Masyarakat Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Kudus.

Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Kesbangpolinmas Kabupaten Kudus, Atok Darmobroto mengemukakan, pada tahun ini dana yang diterima untuk tanggap darurat hanya Rp 81 juta. “Kalau dananya hanya sebanyak itu, ketika ada bencana besar kami jadi kebingungan. Padahal setiap tahun di Kudus selalu terjadi banjir dan longsor,” katanya.

Kantor Kesbanglinmas Kabupaten Kudus mencatat ada 41 desa di sembilan kecamatan yang rawan banjir dan tiga desa di dua kecamatan yang rawan longsor.

Di Pati, Kepala Kantor Kesbangpolinmas Pati Sigit Hartoko berharap pemerintah menyetujui dan segera mencairkan dana penanganan bencana. Pasalnya masyarakat 10 desa korban banjir bandang membutuhkan dana itu untuk membangun jembatan darurat dan memperbaiki rumah rusak.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s